Sistem Komunikasi Rumah Sakit

 

4.2 Sistem Komunikasi Dalam Rumah sakit

Persyaratan komunikasi dalam rumah sakit dimaksudkan sebagai penyediaan sistem komunikasi baik untuk keperluan internal bangunan maupun untuk hubungan ke luar, pada saat terjadi kebakaran dan/atau kondisi darurat lainnya. T ermasuk antara lain: sistem telepon, sistem tata suara, sistem voice evacuation, dan sistem panggil perawat.

Penggunaan instalasi tata suara pada waktu keadaan darurat dimungkinkan asal memenuhi pedoman dan standar teknis yang berlaku.

4.2.1 Sistem Telepon dan Tata Suara.

Umum.

  • Sistem instalasi komunikasi telepon dan sistem tata komukasi gedung, penempatannya harus mudah diamati, dioperasikan, dipelihara, tidak membahayakan, mengganggu dan merugikan lingkungan dan bagian bangunan serta sistem instalasi lainnya, serta direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan standar, normalisasi teknik dan peraturan yang berlaku.
  • Peralatan dan instalasi sistem komunikasi harus tidak memberi dampak, dan harus diamankan terhadap gangguan seperti interferensi gelombang elektro magnetik, dan lain-lain.
  • Secara berkala dilakukan pengukuran/pengujian terhadap EMC (Electro Magnetic Campatibility). Apabila hasil pengukuran terhadap EMC melampaui ambang batas yang ditentukan, maka langka penanggulangan dan pengamanan harus dilakukan.
  • Dalam hal masih ada persyaratan lainnya yang belum mempunyai SNI, dapat digunakan standar baku dan pedoman teknis yang diberlakukan oleh instansi yang berwenang

Persyaratan Teknis Instalasi Telepon.

  • Saluran masuk sistem telepon harus memenuhi persyaratan :
    • Tempat pemberhentian ujung kabel harus terang, tidak ada genangan air, aman dan mudah dikerjakan.
    • Ukuran lubang orang (manhole) yang melayani saluran masuk ke dalam gedung untuk instalasi telepon minimal berukuran 1,50 m x 0,80 m dan harus diamankan agar tidak menjadi jalan air masuk ke rumah sakit pada saat hujan dll.
  • Diupayakan dekat dengan kabel catu dari kantor telepon dan dekat dengan jalan besar.
  • Penempatan kabel telepon yang sejajar dengan kabel listrik, minimal berjarak 0,10 m atau sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Ruang PABX/TRO sistem telepon harus memenuhi persyaratan:
    • Ruang yang bersih, terang, kedap debu, sirkulasi udaranya cukup dan tidak boleh kena sinar matahari langsung, serta memenuhi persyaratan untuk tempat peralatan.
    • Tidak boleh digunakan cat dinding yang mudah mengelupas.
    • Tersedia ruangan untuk petugas sentral dan operator telepon.
  • Ruang batere sistem telepon harus bersih, terang, mempunyai dinding dan lantai tahan asam, sirkulasi udara cukup dan udara buangnya harus dibuang ke udara terbuka dan tidak ke ruang publik, serta tidak boleh kena sinar matahari langsung.

 

Persyaratan Teknis Instalasi Tata Suara

  • Setiap bangunan rumah sakit dengan ketinggian 4 lantai atau 14 m keatas, harus dipasang sistem tata suara yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengumuman dan instruksi apabila terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
  • Sistem peralatan komunikasi darurat sebagaimana dimaksud pada butir 1) di atas harus menggunakan sistem khusus, sehingga apabila sistem tata suara umum rusak, maka sistem telepon darurat tetap dapat bekerja.
  • Kabel instalasi komunikasi darurat harus terpisah dari instalasi lainnya, dan dilindungin terhadap bahaya kebakaran, atau terdiri dari kabel tahan api.
  • Harus dilengkapi dengan sumber/pasokan daya listrik untuk kondisi normal maupun pada kondisi daya listrik utama mengalami gangguan, dengan kapasitas dan dapat melayani dalam waktu yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Persyaratan sistem komunikasi dalam gedung harus memenuhi:
    • UU No. 32 tahun 1999, tentang Telekomunikasi.
    • PP No. 52/2000, tentang Telekomunikasi Indonesia.

 

4.2.2 Sistem Panggil Perawat (Nurse Call)

Umum

  • Peralatan sistem panggil perawat dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan bantuan perawat, baik dalam kondisi rutin atau darurat.
  • Sistem panggil perawat bertujuan menjadi alat komunikasi antara perawat dan pasien dalam bentuk visual dan audible (suara), dan memberikan sinyal pada kejadian darurat pasien.

Persyaratan Teknis

Peralatan Sistem Panggil Perawat (SPP).

  1. Panel Kontrol SPP.

Panel kontrol SPP harus :

  • jenis audio dan visual.
  • penempatannya diatas meja.
  • perlengkapan yang ada pada panel kontrol SPP sebagai berikut :
    • mempunyai mikrofon. speaker dan handset. Handset dilengkapi kabel dengan panjang 910 mm (3 ft). Handset harus mampu menghubungkan dua arah komunikasi antara perawat dan pos pemanggil yang dipilih. Mengangkat handset akan mematikan mikrofon/speaker.
    • Tombol penunjuk atau layar sentuh dengan bacaan digital
  • secara visual memberitahu lokasi panggilan dan menempatkannya dalam sistem, meliputi:
    • Nomor ruang.
    • Tempat tidur.
  • Prioritas panggilan.
  • Panggilan dari pos darurat yang ditempatkan di dalam toilet atau kamar mandi.
    • Mampu menampilkan sedikitnya 4 (empat) panggilan yang datang.
    • Modul mengikuti perawat. 
Apabila module mengikuti perawat ditempatkan di bedside ruang rawat inap pasien diaktifkan, semua panggilan yang ditempatkan dalam sistem secara visual atau audible diteruskan ke bedside yang dikunjungi.
    • Berfungsi menjawab secara otomatis atau selektif.
    • Fungsi prioritas panggilan yang datang. 
Sinyal visual atau audible akan menandai adanya suatu panggilan rutin atau darurat dan akan menerus sampai panggilan itu dibatalkan. Panggilan darurat harus dibatalkan hanya di pos darurat setempat.
    • Fungsi pengingat (memory). 
Dapat menyimpan sementara suatu panggilan yang ditempatkan dan menghasilkan sinyal visual berupa nyala lampu dome di koridor yang dihubungkan dengan bedside dengan cara mengaktifkan fungsi/sirkit pengingat. Sinyal visual ini akan mati dan panggilan yang tersimpan terhapus dari memory ketika panggilan itu dibatalkan di pos setempat.
    • Kemampuan menghasilkan sinyal audible dan visual untuk menandai adanya panggilan yang datang dari pos yang terhubung :
  • dapat menghentikan atau melemahkan sinyal audible melalui rangkaian rangkaian mematikan/melemahkan saat panel kontrol sedang digunakan untuk menjawab atau menempatkan suatu panggilan. Sinyal audible untuk panggilan yang datang dan tidak terjawab harus secara otomatis disambungkan kembali ketika panel kontrol SPP dikembalikan ke modus siaga.
  • Sinyal visual untuk panggilan yang datang harus tetap ditampilkan pada setiap saat sampai panggilan terjawab atau dibatalkan pada pos pemanggilan.
  • Sinyal audible dan sinyal visual untuk panggilan rutin dan darurat harus jelas berbeda.
  • Tampilan visual untuk menunjukkan lokasi pos panggilan harus muncul pada panel kontrol SPP.
    • Tombol sentuh, atau serupa membolehkan perawat memilih pos panggilan dan melakukan komunikasi suara dua arah. 
Tombol sentuh juga harus memberikan program status prioritas dan kemampuan fungsi lain yang ada, yaitu :
  • Kemampuan memonitor bedside.
  • Kemampuan berhubungan minimum 10 pos beside secara serempak.
  • Mampu menerima panggilan dari 10 pos panggilan terkait secara serempak. Kemampuan untuk menjawab dengan cara :
    • Dengan mengangkat handset atau mengaktifkan satu fungsi panggilan untuk menjawab, berikutnya akan secara otomatis mengizinkan perawat untuk berkomunikasi dengan pos berikutnya di dalam urutan prioritas panggilan, atau
    • Dengan memilih jawaban dari setiap pos panggilan yang ditempatkan di dalam urutan.
  • Sedikitnya ditambahkan 10% untuk mengakomodasi tambahan pasien, dan pos darurat didalam setiap panel kontrol SPP.
  • Panel Kontrol SPP yang menggunakan daya listrik arus bolak balik haruslah disambungkan ke panel daya listrik darurat arus bolak balik. Suatu UPS harus disediakan di lokasi panel kontrol SPP untuk menyediakan daya darurat.

 

Peralatan Komunikasi pada Kabinet Bedside (Beside Communication Equipment).

  • Setiap bedside harus menyediakan :
    • microphone/speaker.
    • lampu pos pemanggil.
    • tombol reser
    • kotak kontrol untuk cordset.
  • Setiap microphone/speaker harus mati jika handset disambungkan ke bedside.
  • Panggilan dari bedside harus menghasilkan sinyal panggilan visual rutin pada lampu dome di koridor.
Advertisements

About Healthcare and Hospital Consultant

Tenaga Ahli PT Pandu Indonesia Prima, dokter dan mempunyai pengalaman manajerial rumah sakit.
This entry was posted in Perumahsakitan. Bookmark the permalink.