1. LOKASI
    1. Bangunan ruang gawat darurat terletak dilantai dasar dengan akses masuk yang mudah dicapai terutama untuk pasien yang datang dengan menggunakan ambulan
    2. Pintu masuk bangunan ruang gawat darurat harus terpisah dengan pintu utama masuk rumah sakit atau dengan pintu masuk untuk pasien rawat jalan/ poliklinik
    3. Lokasi bangunan ruang gawat darurat harus dapat dengan mudah dikenal dari jalan raya baik dengan menggunakan pencahayaan lampu atau tanda arah lainnya
    4. Area IGD terletak pada pintu masuk yang pertama kali ditemui oleh pengguna kendaraan untuk masuk ke area rumah sakit
    5. Bangunan ruang gawat darurat terletak berdekatan dengan bagian penerimaan pendaftaran (admission), bagian keuangan dan bagian rekam medik, atau memiliki bagian-bagian tersebut secara terpisah.
    6. Pada malam hari, bangunan ruang gawat darurat akan merupakan pintu masuk utama ke rumah sakit bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan
    7. Bangunan ruang gawat darurat memiliki akses yang cepat dan mudah ke lokasi bangunan ruang operasi, ruang Gawat Darurat, ruang kebidanan, laboratorium dan bank darah rumah sakit, serta farmasi 24 jam
    8. Bangunan ruang gawat darurat memiliki area yang dapat digunakan untuk penanganan korban bencana massal

 

  1. DESAIN
    1. Jalan masuk ambulans harus cukup luas yang dapat menampung lebih dari 2 ambulans. Jalan masuk ambulans di depan pintu IGD untuk menurunkan penumpang harus terlindung dari cuaca.
    2. Tempat parkir ambulans harus tersedia selain untuk staf medis maupun pengunjung
    3. Tata letak ruang dalam bangunan IGD tidak boleh memungkinkan terjadinya infeksi silang (cross infection)

 

  1. ALUR KEGIATAN
    1. Tata ruang akan mengikuti alur pelayanan dimulai dengan area Triase yang sebaiknya disiapkan juga area tempat penyimpanan brankar (stretcher bay) dan kursi roda (wheel chair).
    2. Pasien yang darurat (emergency) atau perlu pertolongan segera akan ditangani di ruang tindakan, dan pasien yang gawat darurat (urgent) atau ada ancaman kematian akan di tangani di ruang resusitasi, sedangkan pasien yang tidak gawat tidak darurat akan ditangani di false emergency atau poliklinik 24 jam
    3. Area publik khususnya ruang tunggu keluarga pasien, disarankan dilengkapi dengan toilet dan kantin (caffee/snack bar)
    4. Area dekontaminasi dikhususkan untuk pasien yang terkontaminasi bahan kimia, terutama bagi IGD yang berada dekat dengan daerah industri. Area ini ditempatkan di sisi depan/luar IGD atau terpisah dengan IGD

 

  1. TATA RUANG
No Nama Ruangan Kebutuhan Fungsi Ukuran
  Ruang Tunggu Keluarga Ruang di mana keluarga/ pengantar pasien menunggu. Ruang ini perlu disediakan/dilengkapi:

1. Tempat duduk dengan jumlah yang memadai

2. Toilet dan wastafel

3. Area Keamanan/ sekuriti

4. Telepon umum

5. Ruang Informasi dan Komunikasi

 

 
  Ruang Administrasi

 

Ruang ini digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan administrasi, meliputi :

1. Pendaftaran pasien

2. Keuangan

3. Rekam Medik

 

 
  Ruang Triase

 

Ruang tempat memilah-milah kondisi pasien, true emergency atau false emergency.

 

 
  Ruang Penyimpanan Stretcher/ Brankar

 

Tempat meletakkan/ parkir brankar pasien yang siap digunakan apabila diperlukan.

 

 
  R.Dekontaminasi Ruang untuk membersihkan/ dekontaminasi pasien setelah drop off dari ambulan dan sebelum memasuki area triase.  
  Area Bencana Masal Area yang dapat digunakan untuk Penanganan Korban Bencana Massal.  
  R. Tindakan Resusitasi

 

Ruangan yang dipergunakan untuk melakukan tindakan penyelamatan penderita gawat darurat akibat gangguan ABC.

 

 
  R. Tindakan Bedah

 

Ruang untuk melakukan tindakan bedah ringan

 

 
  R. Tindakan Non Bedah

 

Ruang untuk melakukan tindakan non bedah

 

 
  R. Tindakan Anak Ruang untuk melakukan tindakan pasien anak

 

 
  R. Tindakan Kebidanan

 

Ruang untuk melakukan tindakan kebidanan

 

 
  R. Observasi

 

Ruang untuk melakukan observasi terhadap pasien setelah diberikan tindakan medis.

 

 
  Ruang Pos Perawat

 

R. untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelayanan keperawatan, pengaturan jadwal, dokumentasi s/d evaluasi pasien. Pos perawat harus terletak di pusat blok yang dilayani agar perawat dpt mengawasi pasiennya secara efektif.

 

 
  Area/Ruang Farmasi

 

Area/ Ruang tempat menyimpan obat untuk keperluan IGD

 

 
  Area/Ruang Penyimpanan Linen

 

Area/ Ruang tempat penyimpanan bahan-bahan linen bersih.

 

 
  Area/Ruang Alat Medis

 

Area/ Ruang tempat penyimpanan peralatan medik yang setiap saat diperlukan. Peralatan yang disimpan diruangan ini harus dalam kondisi siap pakai dan dalam kondisi yang sudah bersih/ steril.

 

 
  R. Radiologi Cito

 

Tempat melaksanakan kegiatan diagnostik cito.

 

 
  Laboratorium Standar

 

Ruang pemeriksaan laboratorium yang bersifat segera/cito untuk beberapa jenis pemeriksaan tertentu.

 

 
  R. Petugas/ Staf

 

Ruang tempat kerja, istirahat, diskusi petugas IGD, yaitu Kepala IGD, Dokter, Dokter Konsulen, Perawat.

 

 
  Gudang Kotor (Spoolhoek/Dirty Utility).

 

Fasilitas untuk membuang kotoran bekas pelayanan pasien khususnya yang berupa cairan. Spoolhoek berupa bak atau kloset yang dilengkapi dengan leher angsa (water seal).

 

 
  Toilet petugas

 

KM/WC

 

 
  Toilet petugas

 

KM/WC

 

 
  R. Loker

 

Ruang tempat menyimpan barang-barang milik petugas/staf IGD dan ruang ganti pakaian

 

 
  R. Sterilisasi

 

Tempat pelaksanaan sterilisasi instrumen dan barang lain yang diperlukanan di Ruang Gawat Darurat.

 

 

 

  1. KOMPONEN DAN BAHAN BANGUNAN
    1. Komponen Penutup Lantai :
      1. tidak terbuat dari bahan yang memiliki lapisan permukaan dengan porositas yang tinggi yang dapat menyimpan debu.
      2. mudah dibersihkan dan tahan terhadap gesekan.
  • penutup lantai harus berwarna cerah dan tidak menyilaukan mata.
  1. pada daerah dengan kemiringan kurang dari 70, penutup lantai harus dari lapisan permukaan yang tidak licin (walaupun dalam kondisi basah).
  2. Hubungan/pertemuan antara lantai dengan dinding harus menggunakan bahan yang tidak siku, tetapi melengkung untuk memudahkan pembersihan lantai (Hospital plint).
  3. khusus untuk daerah yang sering berkaitan dengan bahan kimia, daerah yang mudah terbakar, maka bahan penutup lantai harus dari bahan yang tahan api, cairan kimia dan benturan.

 

  1. Komponen Dinding
    1. dinding harus mudah dibersihkan, tahan cuaca dan tidak berjamur.
    2. lapisan penutup dinding harus bersifat non porosif (tidak mengandung pori-pori) sehingga dinding tidak menyimpan debu.
  • warna dinding cerah tetapi tidak menyilaukan mata.
  1. Hubungan/pertemuan antara dinding dengan dinding disarankan tidak siku, tetapi melengkung untuk memudahkan pembersihan.

 

  1. Komponen Langit-langit
    1. harus mudah dibersihkan, tahan terhadap segala cuaca, tahan terhadap air, tidak mengandung unsur yang dapat membahayakan pasien, serta tidak berjamur.
    2. memiliki lapisan penutup yang bersifat non porosif (tidak berpori) sehingga tidak menyimpan debu.
  • berwarna cerah, tetapi tidak menyilaukan pengguna ruangan

 

  1. Komponen Pintu dan Jendela
    1. Pintu dan Jendela harus mudah dibersihkan, tahan cuaca dan tidak berjamur.
    2. Pintu masuk dari area drop off ke ruang gawat darurat disarankan menggunakan pintu swing dengan membuka ke arah dalam dan alat penutup pintu otomatis (;automatic door closer).
  • Pintu ke luar/masuk utama memiliki lebar bukaan minimal 120 cm atau dapat dilalui brankar pasien, dan pintu-pintu yang tidak menjadi akses pasien tirah baring memiliki lebar bukaan minimal 90 cm.
  1. Di daerah sekitar pintu masuk sedapat mungkin dihindari adanya ramp atau perbedaan ketinggian lantai.
  2. Apabila ada jendela, maka bentuk profil kusen seminimal mungkin, supaya tidak menyimpan debu.

 

 

Advertisements