Pengelolaan Parkir Rumah Sakit

Interaksi pertama kali keluarga pasien dan pasien serta pengunjung di Rumah Sakit dimulai dari pengelolaan parkir rumah sakit. Kendala dan hambatan dalam penyediaan lokasi parkir yang nyaman, aman dan baik akan meningkatkan angka kunjungan pelayanan pada rumah sakit dan meningkatkan tingkat kepuasan pelayanan. 

Namun pengelolaan parkir di rumah sakit tidak banyak mendapatkan perhatian yang serius dan proporsional oleh manajemen dan pemilik rumah sakit sehingga proses pelayanan parkir tidak optimal. Dalam kajian arsitektur rumah sakit, pengelolaan parkir dimasukan dalam kajian sirkulasi eksternal rumah sakit, dimana rumah sakit mudah diakses. Perlu ada pembedaan antara akses utama rumah sakit dengan akses gawat darurat sehingga akses gawat darurat tidak terganggu. Pengelolaan parkir perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga secara kualitatif dan kuantitatif memenuhi persyaratan yang ada. Pada umumnya diperlukan 1 parkir mobil bagi tiap 4 bed pasien rawat inap di rumah sakit.

Dalam pedoman tehnis pengelolaan parkir jenis parkir dikategorikan :

1.  Parkir di badan jalan (on street parking)

Parkir badan badan jalan semisal pada tepi jalan tanpa pengendalian parkir dan pada kawasan oarkir dengan pengendalian parkir

2. Parkir diluar badan jalan (off street parking)

Parkir diluar badan jalan semisal parkir untuk umum merupakan tempat yang umum berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahajan sebagai kegiatan tersendiri. Bentuk yang kedua adalah tempat yang berupa gedung parkir sebagau fasilitas penunjang yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama.

Dalam rumah sakit dikatakan jumlah tempat tidur menentuakan satuan parkir setara dengan 1 mobil penumpang, kementrian perhubungan menjelaskan :

1. 50 tempat tidur membutuhkan 97 Satuan Parkir

2. 75 tempat tidur membutuhkan 100 Satuan Parkir

3. 100 tempat tidur membutuhkan 104 Satuan Parkir

4. 150 tempat tidur membutuhkan 111 Satuan Parkir

5. 200 tempat tidur membutuhkan 118 Satuan Parkir

6. 300, 400, 500 tempat tidur dst 
Berdasarkan ukuran ruang parkir yang dibutuhkan dalam belum tercantum dalam Satuan Ruang parkir adalah 0,2 sd 1,3 SRP pertempat tidur.
Penentuan SRP

Penentuan SRP berdasarian hal tersebut dibawah ini :

1. Dimensi kendaraan standar untuk mobil penumpang

2. Ruang bebas kendaraan parkir

3. Lebar bukaan pintu kendaraan

Rata rata SRP untuk rumah sakit adalah :

1. Mobil penumpang ( 2,3 : 2,5 : 3,0 ) x 5,0  m2

2. Sepeda motor 0,75 x 2,0 m2
Desain Parkir di Badan Jalan

Penentuan Sudut Parkir

Sudur parkir yang akan digunakan umumnya ditentukan oleh :

1. Lebar jalan

2. Volume lalu lintas pada jalan bersangkutan

3. Karakteristik kecepatan

4. Dimensi kendaraan

5. Sifat peruntukan lahan sekitarnya

6. Peranan jalan yang bersangkutan
Pola Parkir

1. Pola Parkir Parallel

2. Pola Parkir Menyudut

3. Larangan Parkir
Disain Parkir diluar Badan Jalan

1. Taman Parkir

Kriteria :

A. Rencana umum dan tata ruang daerah (RUTRD)

B. Keselamatan dan kecepatan lalu lintas

C. Kelestarian lingkungan

D. Kemudahan bagi pengguna jasa

E. Tersedia tata guna lahan

F. Letak antara akses jalan utama dan daerah yang dilayani
2. Pola Parkir Mobil Penumpang

A. Pola kendaraan satu sisi

B. Pola kendaraan dua sisi

C. Pola parkir pulau

Demikian sekilas pengaturan parkir rumah sakit, masih terdapat beberapa bagian yang belum kami bahas yaitu : pola parkir bus dan truk, pola parkir sepeda motor, jalur sirkulasi gang dan modul, pengaturan jalan masuk dan jalan keluar, kriteria tata letak dan pola parkir yang digunakan, lalu pengorganisasian parkir rumah sakit, penetapan tarif parkir, dan tata cara melakukan parkir, proses pemeliharaan dan penyediaan marka jalan serta fasilitas penunjang parkir.

Pengelolaan parkir yang benar dan baik akan meningkatkan kunjungan pelayanan ke rumah sakit oleh karena itu pengelolaan parkir rumah sakit perlu dipikirkan secara serius.

Advertisements

About Healthcare and Hospital Consultant

Tenaga Ahli PT Pandu Indonesia Prima, dokter dan mempunyai pengalaman manajerial rumah sakit.
This entry was posted in Perumahsakitan. Bookmark the permalink.