Komite lain di Rumah Sakit

Tags

, , , , , ,

Dalam Perpres no 77 tahun 2015 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit 


Dijelaskan nama nama komite dalam rumah sakit.

Akreditasi Rumah Sakit dalam Bab Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien maka komite yang membidangi itu adalah Komite Peningkatan Mutu Rumah Sakit

Dan Komite Keselamatan Pasien akan bergabung menjadi Komite Manajemen Resiko dan Keselamatan Pasien.

Bisa kah Dokter Umum Merawat Pasien di Rumah Sakit ?

Tags

, , , , , , ,

Dokter Umum di Rumah Sakit itu eksis dan menjadi persyaratan Rumah Sakit … lihat permenkes 56 tahun 2014. Dalam bekerja di rumah sakit dokter melakukan pelayanan sesuai area kompetensi nya … lihat di permenkes 2025 tahun 2011 yang merupakan perubahan permenkes 52 tahun 2007 tentang praktek kedokteran. Area kompetensi yang diijin digunakan di rumah sakit ditentukan oleh direktur sesuai rekomendasi komite medik … lihat di permenkes 755 tahun 2010.


Baca poin no 6, pelayanan BPJS di rumah sakit hanya boleh ditangani oleh dokter spesialis atau sub spesialis … Permenkes no 76 tahun 2016.

Bila pasien umum, maka permenkes 76 tahun 2016 tidak bisa diberlakukan

Permenkes No 34 Tahun 2017 tentang Akreditasi Rumah Sakit

Tags

, , , , ,

Permenkes 2017 ttg Akreditasi Rumah Sakit

  1. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib mendukung, memotivasi, mendorong, dan memperlancar proses pelaksanaan Akreditasi untuk semua Rumah Sakit.
  2. (2)  Dukungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa bantuan pembiayaan kepada Rumah Sakit untuk proses Akreditasi.
  3. (3)  Bantuan pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Klinik Mata dalam Rumah Sakit

Tags

, , , , , ,

Persyaratan Ruangan

  1. Luas ruangan klinik 9-24 m2 dengan memperhatikan ruang gerak petugas, pasien dan peralatan.
  2. Disediakan wastafel dan fasilitas desinfeksi tangan.
  3. Bahan bangunan yang digunakan tidak boleh memiliki tingkat porositas yang tinggi.
  4. Setiap ruangan disediakan minimal 2 (dua) kotak kontak dan tidak boleh ada percabangan/ sambungan langsung tanpa pengamanan arus.
  5. Ruangan harus dijamin terjadinya pertukaran udara baik alami maupun mekanik. Untuk ventilasi mekanik minimal total pertukaran udara 6 kali per jam, untuk ventilasi alami harus lebih dari nilai tersebut.
  6. Ruangan harus mengoptimalkan pencahayaan alami. Untuk pencahayaan buatan dengan intensitas cahaya 200 lux.
  7. Untuk kelompok ruangan klinik penyakit menular harus dipisahkan dengan klinik penyakit tidak menular baik akses, alur maupun ruangannya.
  8. Untuk ruangan klinik yang menangani pasien penyakit menular melalui udara (airborne), pertukaran udara minimal 12 kali per jam.

Referensi

Permenkes No 24 Tahun 2016